Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 10 Part 3, Baiknya Kalian juga lihat daftar lengkap di goresan pena yang ini. Bagian part 2 untuk Episode sebelumnya baca di sini.

Seo Yeon yang tersesat, berjumpa dengan Da Jung. Ternyata Seo Yeon dan Ji Hoon ada di JBC.
Da Jung : Apa yang kamu jalankan di sini sendiri?
Seo Yeon : Aku mengikuti Shinbi dan Eunbi.
Da Jung : Kau tersesat? Kau tiba dengan siapa?
Seo Yeon : Pamanku.
Da Jung : Pamanmu?

Yu Mi dan temen2nya sedang membicarakan Da Jung. Teman-teman Yu Mi tak menyangka, Da Jung mendapatkan jadwal perceraian.
Yu Mi berkata, jikalau beliau jadi Da Jung, beliau takkan sanggup.
“Aku tahu. Dia sungguh tangguh.” ucap temen Yu Mi.
Yu Mi bilang, perceraian bukan hal membanggakan.


Kantin kawasan Yumi dan temen-temennya bersebelahan dengan ruang kawasan Ji Hoon di make up.
Ji Hoon yang kesal mendengar mereka menggosipkan Da Jung, berdehem. Yu Mi dan temen-temennya yang mendengar deheman Ji Hoon, pribadi berhenti bergosip.

Ji Hoon kesannya selesai di make up.
Seseorang datang, memberi tahu Ji Hoon bahwa syuting akan dimulai 20 menit lagi.
Ji Hoon mengerti.

Tapi ketika berbalik, beliau terkejut Seo Yeon menghilang.
Ji Hoon pun pribadi berlari mencari Seo Yeon. Tak usang kemudian, beliau mendapatkan Seo Yeon sedang menyaksikan badut ditemani Da Jung.

Da Jung : Haruskah kita jumpai pamanmu sekarang?
Seo Yeon : Baiklah.

Mereka berbalik dan Ji Hoon mendekati mereka.
Da Jung : Ye Ji Hoon-ssi.
Ji Hoon : Terima kasih, Jung Da Jung-ssi.
Da Jung risau Ji Hoon secara tiba-tiba berterima kasih padanya.

Ji Hoon bicara pada Seo Yeon.
Ji Hoon : Seo Yeon-ah, kamu pergi kemana tanpa memberi tahu ayah? Ayah khawatir.

Da Jung pun memahami bahwa gadis kecil disampingnya merupakan Seo Yeon.
Da Jung memandang Seo Yeon.
Da Jung : Kau niscaya gadis menyibukkan itu.

Da Jung, Seo Yeon dan Ji Hoon jalan bersama. Da Jung terlihat menggandeng tangan Seo Yeon.
Da Jung : Anak-anak seusia ini biasa menghilang dalam sekejap. Anak-anakku juga seumpama itu. Jika mengenang masa itu, itu masih membuatku pusing.
Ji Hoon : Kau juga seumpama itu?
Da Jung mengangguk.

Ji Hoon kemudian minta Seo Yeon tak berkeliaran lagi dan menunggunya di ruang tadi.
Seo Yeon sebal, astaga. Ini membosankan.

Ji Hoon diundang untuk syuting.
Da Jung pun bilang pada Ji Hoon jikalau beliau akan memantau Seo Yeon.
Da Jung : Aku punya waktu hingga wawancaramu selesai.
Ji Hoon menolak. Tidak apa-apa. Itu…
Da Jung : Aku punya waktu luang, jadi, tidak apa-apa. Kami akan berada di kafe di lobi lantai satu.

Da Jung mengajak Seo Yeon berbelanja es krim.
Seo Yeon yang hendak es krim, membujuk Ji Hoon biar membiarkannya pergi sama Da Jung.
Ji Hoon luluh, baiklah.
Seo Yeon pribadi bersorak senang. Ji Hoon tertawa melihatnya.


Di kelas, Young Sun, So Min dan Bo Bae sedang membicarakan soal pasangan di sekolah mereka.
Young Sun : Banyak anak yang mengajak berkencan tahun lalu. Apa akan terulang tahun ini?
So Min : Kali ini akan ada berapa pasangan, ya?
Si A datang.
Si A : Kenapa kamu sungguh kesengsem dengan kehidupan kencan orang lain?
Young Sun : Astaga, Hong Si A. Jelas sekali kamu tidak pernah berkencan.
Si A melotot, apa? Aku tidak pernah berkencan alasannya merupakan memutuskan begitu.
Si A kemudian bilang jikalau beliau belum berjumpa orang yang disukai.


Teman-temannya ingin tahu, lelaki seumpama apa yang Si A suka.
Ja Sung dan Ji Ho pribadi pasang kuping.
Si A bilang, beliau suka lelaki yang berterus terang.


Woo Young tiba dan duduk disamping Si A.
Si A : Kenapa kamu duduk di sini? Ada banyak dingklik lain.
Woo Young : Aku suka dingklik ini.
Ja Sung pribadi menggerutui Woo Young.
Dan Ji Ho memandang kesal Woo Young.


Bu Ok datang.
Bu Ok : Ibu punya pengumuman lebih dulu. Penilaian kiprah berpasangan yang ibu tugaskan di permulaan semester depan.
Bu Ok kemudian sadar jikalau Woo Young belum punya pasangan alasannya merupakan Woo Young murid baru.
Bu Ok : Woo Young-ah, siapa sobat dekatmu?
Woo Young pribadi bilang Si A.

Bu Ok kemudian menganalisa siapa pasangan Si A.
Bo Bae menunjuk tangan, aku. Bo Bae.
Bu Ok : Lalu Bo Bae, Si A, Woo Young sanggup melaksanakan bertiga.


Ja Sung dan Ji Ho semakin panas.


Anak-anak kemudian mencar ilmu sendiri.
Si A mengundang Woo Young yang lagi baca buku.
Si A : Woo Young-ah, kamu tahu cara memainkan alat musik?
Woo Young melirik sekitarnya dan mendapatkan gitar bersender di dinding.
Woo Young : Aku bermain gitar dahulu.
Si A : Kalau begitu, coba mainkan.
Woo Young pribadi mengambil gitar itu.
Woo Young : Sudah cukup lama, saya tidak percaya sanggup bermain dengan baik.


Woo Young kemudian mulai memetik senarnya.
Seisi kelas pribadi memperhatikan Woo Young.
Bo Bae tepuk tangan begitu Woo Young selesain main.
Ja Sung tersenyum kesal.
Bo Bae : Astaga, Woo Young berakal bermain gitar kan, Si A?
Si A : Kau benar.
Bo Bae kemudian minta Woo Young memainkan lagu lain.
Woo Young : Lagu lain?


Woo Young berpikir sejenak. Lalu beliau menghela nafas dan mulai memainkan satu lagu.
Lagu yang dimainkan Woo Young mengingatkan Si A pada ayahnya.


Woo Young kesannya selesai bernyanyi.
Si A masih tertegun, memandang Woo Young. Sementara murid2 lainnya menampilkan tepuk tangan pada Woo Young.

Yu Mi mewawancarai Ji Hoon. Dia bilang, ini pertanyaan dari fans Ji Hoon.
Yu Mi : Ye Ji Hoon-ssi, apa rencanamu ke masa depan?
Ji Hoon : Aku ingin menjaga permainanku hingga simpulan booming dan menampilkan diriku yang terbaik terhadap penggemarku.

Selagi Ji Hoon menjawab, Yu Mi teringat kata-kata Pak Heo padanya dan juga rekan-rekannya.
Pak Heo : Ingat bahwa popularitas merupakan aspek ketika menimbang-nimbang perjanjian penuh. Ayo kita mulai permainannya.

Karena itulah, Yu Mi bertanya pribadi pada Ji Hoon.
Yu Mi : Kau mendapat banyak perhatian alasannya merupakan mengadopsi keponakanmu. Kau…
Wajah Ji Hoon mulai berubah ketika ranah pribadinya mulai dimasuki.
Yu Mi : … mendapat banyak perhatian alasannya merupakan mengadopsi keponakanmu. Kau masih muda dan cukup tampan, jadi, banyak penggemar niscaya kecewa dengan isu itu.

Tentu saja Yu Mi tidak menghiraukan mau Ji Hoon suka atau tidak dengan pertanyaannya.
Produser terkejut Yu Mi menanyakan itu padahal mereka udah berjanji tidak akan membicarakan soal itu.


Yu Mi : Kau punya anak sekarang, tetapi sebuah hari kamu niscaya masih ingin menikah. Apa yang kamu cari dari seorang wanita?
Ji Hoon : Apa yang kucari? Aku tidak menginginkan pertanyaan ini.


Selesai wawancara, Ji Hoon menyusul Seo Yeon ke kafe. Setibanya disana, beliau menyaksikan Da Jung sedang membacakan cerita Putri Salju untuk Seo Yeon. Ji Hoon menyaksikan Seo Yeon kesengsem mendengar Da Jung mendongeng.
Seo Yeon bahkan meminta Da Jung membacakan dongengnya lagi begitu dongengnya selesai dibaca.

Ji Hoon mendekati mereka.
Da Jung : Ye Ji Hoon-ssi, wawancaranya berlangsung lancar?
Ji Hoon : Ya.


Ji Hoon kemudian memandang Seo Yeon.
Ji Hoon : Kau bersenang-senang hari ini?
Seo Yeon menampilkan rambutnya yang telah dikepang oleh Da Jung.
Ji Hoon pun memuji Seo Yeon cantik.


Seo Yeon kemudian bilang beliau mau es krim lagi.
Ji Hoon : Benarkah? Mau rasa apa? Ayah akan membelikannya.
Seo Yeon bilang biar beliau saja sambil menengadahkan tangannya.
Ji Hoon pun menampilkan Seo Yeon kartu kreditnya.
Ji Hoon : Kau tahu cara membayar, bukan?
Seo Yeon : Ya.
Seo Yeon kemudian pergi memesan es krim.

Ji Hoon dan Da Jung memperhatikan Seo Yeon.
Ji Hoon : Dia bahkan lebih manis ketika rambutnya dikepang. Sayang saya tidak sanggup melakukannya.
Da Jung : Mengepang itu susah bagi pria.
Ji Hoon : Terima kasih.
Da Jung mengangguk.


Ji Hoon lantas menampilkan Da Jung ucapan selamat.
Ji Hoon : Kudengar kamu mengisi program. Kau niscaya akan sukses lagi.
Da Jung : Aku tidak bertujuan menerimanya, tetapi mereka suka melihatku bekerja.
Ji Hoon : Siapa?
Da Jung : Anak-anakku, meski saya mendengarnya dari orang lain.
Ji Hoon : Lihat? Sudah kubilang keluargamu akan mendukungmu. Kaprikornus Jung Da Jung-ssi, jadilah dirimu sendiri.
Da Jung pun berterima kasih pada Ji Hoon alasannya merupakan telah menyemangatinya.

Bu Ok ada di taman. Dia berlangsung sambil bicara dengan Deok Jin di telepon.
Bu Ok : Abeonim. Aku disini. Kau dimana? Baiklah.

Dua orang yang melalui di akrab Bu Ok tertawa sambil memandang lurus ke arah disamping Bu Ok.
“Kurasa ada lamaran publik.”
Dua orang itu kemudian pergi.

Bu Ok terkejut menyaksikan apa yang dilihat dua orang itu.
Taman yang dilihat Bu Ok telah dihiasi balon-balon dan pita warna warni serta dijaga dua penjaga dan ada goresan pena ‘kau mau menjadi pacarku?’

Deok Jin kemudian datang.
Bu Ok : Kurasa kamu mengajakku minum kopi. Kenapa kita disini?
Deok Jin mengajak Bu Ok ke kawasan yang ditertawakan dua orang tadi.
Bu Ok kaget, kamu tidak melaksanakan itu, bukan?
Deok Jin : Tentu saja tidak. Pria absurd macam apa yang melaksanakan itu di taman?
Deok Jin kemudian mengajak Bu Ok duduk di kawasan lain.

Bu Ok pergi duluan.
Deok Jin bergegas mengontak kedua bodyguard nya yang disewanya.
Deok Jin : Batalkan.

Deok Jin menampilkan Bu Ok bunga dan berterima kasih alasannya merupakan Bu Ok telah mau kencan dengannya.
Bu Ok kaget, apa maksudmu kencan?
Deok Jin : Ingat ketika saya mengajakmu minum kopi di gedung olahraga?
Bu Ok : Aku gres setuju alasannya merupakan kamu selamat hari itu.
Deok Jin : Tapi kamu bilang saya keren.
Bu Ok : Maksudku selaku seorang ayah, bukan selaku pasangan. Tolong jangan bertindak tidak selayaknya dan menampilkan hadiah.


Bu Ok berdiri. Dia mau pergi. Deok Jin pun tanya kenapa Bu Ok gak suka padanya. Bu Ok bilang alasannya merupakan Deok Jin penggemar anime, sedangkan beliau tidak senang anime.
Bu Ok minta maaf, kemudian pergi.

Deok Jin lemas.
Bersambung ke part 4…