Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 16 Part 3, Cek dan bacalah part 2-nya ada pada Episode sebelumnya baca di sini gaes. Sebaliknya kalau terpesona untuk baca fullnya terletak di goresan pena yang ini.


Besoknya, Ji Hoon yang mau bertanding, ketemu Da Jung di koridor di saat ia dan timnya sedang bergerak menuju lapangan.
Ji Hoon heran menyaksikan Da Jung sendiri.
Ji Hoon : Kau tiba sendiri? Di mana suamimu?
Da Jung : Ada yang mesti ia kerjakan, jadi, ia akan terlambat. Terima kasih sudah memanggil kami ke pertandinganmu.
Ji Hoon : Tidak perlu berterima kasih.

Ji Hoon kemudian menyaksikan gelang yang dipakai Da Jung.
Ji Hoon : Gelang itu cantik.
Da Jung : Ini? Ini kado dari seorang penggemar. Mereka bilang itu gelang keberuntungan dan itu niscaya benar. Setelah saya memakai ini, cuma ada hal baik yang terjadi.
Ji Hoon : Benarkah? Astaga, saya tidak tahu siapa dia, namun penggemar itu niscaya senang.


Da Jung : Haruskah kupinjamkan kepadamu untuk pertarungan hari ini?
Ji Hoon : Tidak, gelang itu lebih cocok untukmu, jadi, bersoraklah untukku selama pertandingan. Itu sudah cukup bagiku.
Da Jung : Kalau begitu, saya akan menyemangatimu bareng suamiku. Semoga berhasil!
Ji Hoon pun tersenyum.
Tanpa Da Jung tahu, gelang itu dari Ji Hoon. Ya, Ji Hoon memerintahkan anak kecil menampilkan gelang itu ke Da Jung.

Da Jung sedang menemani Seo Yeon di saat Dae Young datang.
Da Jung : Kau gres sampai?
Dae Young mengangguk, ya.
Dae Young kemudian menyapa Seo Yeon.
Dae Young : Seo Yeon-ah, halo. Kau sudah berkembang besar. Lama tidak bertemu.


Seo Yeon bingung, paman mengenalku?
Dae Young pun mengangguk sembari tersenyum.

Pertandingan dimulai. Dae Young, Da Jung dan Seo Yeon menonton pertarungan dari dalam ruangan kawasan mereka menunggu.
Ji Hoon bersiap melempar bola.
Komentator memberi komentarnya.


“Ya. Ye Ji Hoon sedang mengalami keterpurukan. Beberapa orang berpikir ia terluka. Sepertinya siapa pun konsentrasi padanya dalam permainan hari ini. Apa yang mau terjadi hari ini? Ye Ji Hoon terlihat lebih dari pertarungan sebelumnya. Dia agak tidak stabil di pertarungan sebelumnya, namun ia senantiasa menjadi jagoan untuk menyelamatkan Seum Wolves.”
Ji Hoon menyaksikan goresan pena penyemangat dari Da Jung di sarung tangannya.
“Aku Jung Da Jung akan senantiasa mendukungmu.”
Ji Hoon tersenyum.


Ji Hoon mulai melempar bola. Da Jung, Dae Young dan Seo Yeon sama-sama bersorak di saat pemukul tak sanggup menghantam lemparan Ji Hoon 3 kali.
Seum menang.


Usai pertandingan, Da Jung, Dae Young dan Seo Yeon menonton wawancara Ji Hoon dari tv.
Yu Mi yang mewawancarai Ji Hoon.
Yu Mi : Selamat atas kemenanganmu hari ini.
Ji Hoon : Terima kasih.
Yu Mi : Apa diam-diam kemenanganmu hari ini?
Ji Hoon : Itu orang yang istimewa.
Yu Mi : Orang istimewa? Bisa katakan sesuatu pada mereka?


Ji Hoon : Seo Yeon-ah, pamanmu menang!
Ji Hoon melambaikan tangannya ke arah kamera.
Seo Yeon berseru sambil melambaikan tangannya juga ke tv.
Seo Yeon : Paman Ji Hoon!

Ji Hoon berlangsung di koridor dan berjumpa Dae Young.
Dae Young mengaku, fansnya Ji Hoon.
Dae Young pun mengajak Ji Hoon berjabat tangan.

Seo Yeon memanggil Ji Hoon.
Ji Hoon bergegas menghampiri Seo Yeon yang bangun sama pengasuh.
Ji Hoon : Kau melihatku bermain?
Seo Yeon : Ya, kamu yang paling keren.
Ji Hoon : Benarkah? Itu membuatku sungguh bahagia.

Dae Young tersenyum menyaksikan mereka. Da Jung mendekati Dae Young. Dia menggenggam tangan Dae Young. Keduanya tersenyum satu sama lain setelah menyaksikan Ji Hoon menggendong Seo Yeon.
Ji Hoon tanya, Seo Yeon mau makan apa.
Seo Yeon bilang es krim.
Mereka pun pergi.

Deok Jin terlihat serius memandang pantulan parasnya di jendela.
Dia memerintahkan seketaris virtualnya bersiap-siap.
“Ini harinya.” ucap Deok Jin.


Iron Man tiba ke suatu pesta kostum. Dia menyaksikan sekitarnya. Karena tak mendapatkan yang dicarinya, ia pun terbang. Semua orang di pesta terkejut melihatnya. Ia kemudian kembali celingukan. Dan tak lama, ia mendapatkan yang dicarinya.
Dia mencari Bu Ok. Seketaris Jo memberitahunya kalau Bu Ok berada 30 meter di depan.


Iron Man pun eksklusif melayang ke Bu Ok. Begitu tiba di hadapan Bu Ok, ia membuka topengnya. Si Iron Man ternyata Deok Jin.
Bu Ok kaget, abeonim…
Deok Jin : Aku menghasilkan ini untukmu.
Bu Ok : Kapan kamu punya waktu untuk menghasilkan ini? Aku percaya kamu mencemaskan Woo Young.
Deok Jin : Woo Young?
Bu Ok : Aku sudah mendengar semuanya.
Flashback…


Ternyata Woo Young sempat menemui Bu Ok sebelum kembali menjadi Dae Young.
Woo Young : Aku akan kembali ke Amerika.
Bu Ok : Kau gres pindah kemari. Kenapa kamu tiba-tiba pergi?
Woo Young : Aku mendapatkan ayah kandungku.
Bu Ok : Apa maksudmu ayah kandungmu?
Woo Young : Sejujurnya, orang yang kamu kenal selaku ayahku bukan ayah kandungku. Dia membantuku dengan berpura-pura menjadi ayahku. Dia bahkan bukan ayah kandungku, namun ia lewat banyak kesusahan dengan merawatku. Dia bahkan menjajal merelakan seseorang yang istimewa demi aku. Karena itulah saya ingin ayahku hidup selaku Go Deok Jin. dan bukan ayah dari seorang murid.
Flashback end.


Bu Ok tanya, kenapa Deok Jin membisu saja.
Deok Jin : Aku cuma ingin membantunya. Dia lewat banyak kesulitan.
Bu Ok : Kau orang yang sungguh hangat.
Bu Ok balasannya mendapatkan Deok Jin.

Dia menjangkau tangan Deok Jin dan meminta Deok Jin tiba padanya di saat merasa sulit.
Bu Ok : Aku akan memberimu kekuatan mulai sekarang.
Deok Jin : Aku tahu saya tidak sanggup mengambil alih Iron Man, namun saya akan bersusah payah untuk mengisi kekosongan di hatimu.
Bu Ok : Aku belum pernah menyaksikan Iron Man sesempurna ini.

Bu Ok mendekat. Dia mau mencium Deok Jin namun terhalang kostum Deok Jin. Deok Jin pun tanya, apakah mesti ia melepaskan kostumnya.
Bu Ok bilang tidak.
Bu Ok memutar kepala Deok Jin ke samping, dan mereka pun berciuman.
Bersambung ke part 4…