Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 16 Part 4, Rekap lengkapnya dari bab ketiga juga ada pada Episode sebelumnya baca di sini. Sedangkan daftar selengkapnya untuk dongeng pribadi di goresan pena yang ini.


-Dua tahun kemudian-
Young Soon, Si A dan Bo Bae masuk ke suatu cafe. Mereka menyaksikan ada dua spanduk reuni terpajang. Untuk angkatan ke-20 dan ke-39 Sekolah Menengan Atas Serim.
Si A risau kenapa ada spanduk.
Young Soon : Yang itu untuk angkatan ke-20.
Si A : Kurasa senior kita juga mengadakan reuni.

Mereka kemudian menyaksikan senior mereka duduk sendirian. Dia si kutek hitam. Dia kesal alasannya yakni siapa saja belum datang, padahal ia telah bilang ia yang traktir.
Dia kemudian menyaksikan grup dialog sekolahnya.
“Aku dalam perjalanan. Kenapa kita tidak memanggil Jin Young?”
“Karena ia mengatakan di belakang kita.”
“Ya. Aku mendengar banyak hal yang ia katakan wacana kita.”
“Mengabaikannya yakni cara yang tepat.”
“Kurasa kita di ruang dialog yang salah.”

Jin Young pun kesal.
“Bagaimana bisa? Tunggu saja!”
Reuni Serim angkatan ke-20 dimulai.


Ja Sung dan Ji Ho tiba bersamaan. Ja Sung menawan dingklik di bersahabat Si A, namun Ji Ho pribadi duduk aja di sana. Ja Sung kesal dan terpaksa duduk di sebelah kiri Si A.



Young Soon tanya, kenapa Ja Sung dan Ji Hoo terlambat.
Ja Sung bilang ia ada latihan.
Kalau Ji Ho ada praktikum.


Young Soon : Di tamat pekan? Kurasa sekolah kedokteran ketat.
Si A : Jangan memancingku.

Si A tak sengaja menjatuhkan sumpitnya. Ja Sung yang menyaksikan itu, bergegas menaruh sendoknya ke piring Si A.
Si A melamun memandang Ja Sung. Sementara Ji Ho memandang sengit Ja Sung.


Bo Bae memandang Ji Ho.
Bo Bae : Bagaimana sekolah kedokteran? Ketat, bukan?
Ji Ho : Aku tidak pernah istirahat.
Si A : Kenapa kamu mesti masuk sekolah kedokteran?


Ji Ho tersenyum, entahlah. Karena seseorang.
Ji Ho lantas memberi Si A bunga.


Ja Sung menyaksikan itu, menginformasikan Ji Ho kalau Si A gak suka hal-hal macam itu. Tapi ia pribadi melamun menyaksikan Si A mendapatkan bunga dari Ji Ho dengan senang hati.
Si A senang, kamu tahu ini hari jadi kita yang ke-800?
Ji Ho : Tentu saja. Maaf saya sungguh sibuk belakangan ini.


Bo Bae : Saat itu orang yang kamu cintai, seluruhnya menyenangkan.
Bo Bae memerintahkan Ja Sung mengalah sekarang.
Ja Sung kesal dan meneguk birnya.


Young Soon bangun dan mengajak seluruhnya bersulang.
Tapi kemudian ia melirik ke Ja Sung yang udah teler habis minum bir.
Mereka kemudian bersulang tanpa Ja Sung.


Ji Ho nanyain Si Woo.
Ji Ho : Dia tidak dapat tiba hari ini?
Si A : Hong Si Woo? Mungkin berkelahi.

Dan benar saja, Si Woo lagi ribut ama So Min.
Bukan ribut sebenarnya. So Min saja yang sedang ngambek.

Si Woo memburu So Min. Tapi So Min terus berlangsung menghindarinya. Si Woo menjangkau tangan So Min dan tanya apa ia menjalankan kesalahan lagi.
So Min : Pikirkan saja sendiri!
Si Woo : Kau mesti memberitahuku biar saya tahu.


So Min : Kau sungguh tidak tahu? Kau terus tersenyum ke penggemarmu! Kau pikir saya tidak takut kehilangan dirimu? Kau berganti sehabis kuliah.
Si Woo tersenyum mendengarnya.
Si Woo kemudian bilang ia takkan mengulanginya.

Si Woo : Tapi So Mi-ya, ayahku bilang bahwa seorang lelaki dihentikan melepaskan seorang perempuan yang mendampinginya selama masa-masa sulit. Jadi, jangan khawatir.
So Mi mulai tenang. Si Woo kemudian memerintahkan So Mi mendekat.


Bo Bae bilang, membicarakan Si Woo menjadikannya teringat Woo Young. Dia bilang Woo Young sungguh keren dikala bermain basket.
Ki Young : Dia pemain basket andal dan pendengar.
Bo Bae yakin, Woo Young kini telah remaja dan kian tampan.
Si A kemudian bertanya-tanya kenapa Woo Young secara tiba-tiba pergi.
Young Soon : Entahlah.Dan kita tidak dapat menghubunginya.
Bo Bae : Aku mencemaskannya.

Ji Ho : Aku percaya lelaki itu baik-baik saja.
Si A : Pria? Kau bicara seperti ia lelaki tua.


Bo Bae : Bicara soal Woo Young membuatku merindukannya.
Si A : Kau benar. Kuharap ia baik-baik saja.

Yang dibicarain lagi ngelatih para bocah main basket.
Dae Young mengajar basket di kelas olahraga anak SD.

Da Jung yang gres selesai syuting program olahraga, dikunjungi Ki Tae, Ja Young dan Yu Mi.
Yu Mi : Kau terlihat menyerupai pemain golf profesional. Kau terlihat menakjubkan.
Ki Tae : Kau cemburu padanya lagi?
Yu Mi : Bukan menyerupai itu.


Yu Mi kemudian menyaksikan juniornya datang. Dia menyapanya, hai Seul Hye.
Tapi Seul Hye mengabaikannya dan pergi gitu aja.


Yu Mi kesal, ia melihatku, namun ia mengabaikanku, bukan?
Da Jung : Entahlah. Mungkin perhatiannya teralihkan.
Yu Mi : Dia telah menyerupai itu sejak masuk. Dia terus meremehkanku alasannya yakni saya seusianya, namun lebih senior. Seperti orang gres zaman kini tidak tahu sopan santun!

Semua tertawa.
Yu Mi jadi malu.
Yu Mi : Aku tahu saya salah satu dari mereka sebelumnya.
Ja Young memeluk Yu Mi.
Ja Young : Benarkah? Lihat dirimu. Kau telah besar.


Da Jung : Bagaimana kondisi Direktur? Sudah usang saya tidak melihatnya.
Ja Young : Direktur? Yang mana?
Ki Tae : Kau mungkin tidak tahu. Belakangan ini ada promosi.

Beralih ke Pak Heo yang lagi membersihkan papan namanya selaku administrator dengan kemoceng.


Da Jung ikut senang mendengar Pak Heo telah menjadi administrator JBC sekarang. Dia bahkan terpikirkan untuk memberi selamat.
Ki Tae mengajak mereka makan malam bareng nanti malam. Tapi Da Jung bilang ia telah ada komitmen dengan suaminya.
Da Jung kemudian bilang kalau ia mesti ganti busana sekarang.
Ki Tae, Ja Young dan Yu Mi mengerti.

Da Jung pergi.
Ja Young : Da Jung terlihat sungguh bahagia.
Yu Mi : Kau benar.

Da Jung keluar dari JBC dan tersenyum menyaksikan Dae Young telah datang. Dia pun bergegas menghampiri Dae Young. Tapi Dae Young berpenampilan rapi. Dia memakai stelan jas.
Dae Young bilang ia mau menghasilkan Da Jung terkesan.

Dae Young kemudian merangkul Da Jung. Da Jung terkejut dan ketakutan kalau ada yang menyaksikan mereka.
Dae Young bilang apa salahnya, mereka kekasih.
Da Jung : Kau menjadi lebih berani sehabis hidup muda sekali.
Dae Young : Tentu saja. Apa yang perlu ditakutkan kalau kita cuma hidup sekali? Kita mesti berani dan menjalankan apa pun dalam hidup.
Dae Young kemudian mengajak Da Jung ke suatu tempat.
Da Jung tanya kemana.

Ternyata, Dae Young membaca Da Jung ke lapangan basket Serim.
Dae Young minta Da Jung mengabulkan permintaannya kalau ia sukses memasukkan bola.
Da Jung terkekeh, ayolah.


Dae Young : Da Jung-ah, maukah kamu menikah denganku lagi?
Dae Young mulai melemparkan bola ke ring.
Da Jung cemas, kalau bolanya gak masuk namun bolanya masuk.

Dae Young senang.


Dae Young kemudian memegang kedua tangan Da Jung.
Dae Young : Da Jung-ah, mari kita selenggarakan pernikahan. Kau bilang baik-baik saja, namun dikala masih muda, kita tidak dapat membiayai pernikahan, dan dikala kita dewasa, kita tak punya waktu untuk itu. Tapi belum dewasa kita telah kuliah sekarang, jadi, jangan menundanya lagi. Dan saya sungguh ingin melihatmu memakai gaun pengantin.
Da Jung : Kau pikir saya akan tetap terlihat elok kalau saya memakainya sekarang?


Dae Young : Di mataku, kamu perempuan tercantik apa adanya. Dan itu tidak akan berubah.
Da Jung terharu.


Dae Young kemudian memamerkan Da Jung cincin.
Dae Young : Aku tahu saya mungkin tidak dapat memberimu barang semahal lelaki lain, namun saya cuma akan memberimu hal terbaik yang dapat kulakukan.
Da Jung bahagia, hingga menitikkan air mata.


Nama Da Jung trending alasannya yakni Da Jung akan rujuk kembali dengan mantan suaminya.
Ki Tae, Ja Young dan Yu Mi ikut bahagia.

Pak Heo yang mendengar itu diam-diam, pribadi balik ke ruangannya dan menelepon Reporter Lee. Dia menginformasikan Reporter Lee kalau ia juga bakal menikah lagi namun ia kesal alasannya yakni Reporter Lee menutup teleponnya begitu saja.


Ji Hoon di depan sekolah Seo Yeon. Dia membaca postingan soal Da Jung yang bakal rujuk sama Dae Young.
Ji Hoon tersenyum dan meninggalkan komentar.
Ji Hoon : Aku mendoakan kamu hidup bahagia.


Seo Yeon keluar. Dia senang dijemput Ji Hoon.
Ji Hoon : Kau menikmati sekolah hari ini?
Seo Yeon : Tentu.
Ji Hoon : Kalau begitu, mau pergi makan es krim?
Seo Yeon : Ya. Aku menyukainya!
Ji Hoon pun pergi bareng Seo Yeon.

Ae Rin dan Da Jung di perjalanan. Da Jung tanya, mereka mau kemana. Ae Rin bilang Da Jung akan menikah jadi ia tidak akan membisu saja.

Ae Rin mengajak Da Jung main paralayang. Da Jung takut.
Ae Rin bilang, belum dewasa Da Jung udah besar dan ia gak punya anak yang hendak menangisinya di pemakaman jadi Da Jung gak boleh mundur.
Ae Rin : Semangat.
Da Jung : Baiklah. Mari kita lakukan.


Mereka pun mulai bermain.
Da Jung dan Ae Rin menikmati permainannya. Mereka sama-sama memegang kamera.
Ae Rin : Da Jung-ah, bagaimana perasaanmu?
Da Jung : Aku merasa luar biasa!
Ae Rin : Selamat atas pernikahanmu! Berbahagialah Jung Da Jung.
Da Jung : Terima kasih, Ae Rin-ah! Aku bahagia!

Dae Young lagi melatih para bocah basket. Pesan dari Da Jung kemudian masuk.
Da Jung mengantarkan fotonya dikala tengah bermain paralayang dengan Ae Rin.
Dae Young senang, ia bersenang-senang.


Tak lama, ia memperoleh telepon dari Deok Jin.
Deok Jin sendiri di rumahnya sama Bu Ok.
Dae Young : Lupakan saja. Aku tidak perlu kado pernikahan. Datang saja.
Deok Jin : Tidak, jangan bilang begitu. Temanku selama 20 tahun akan menikah. Aku tidak dapat ke sana dengan tangan kosong. Kau bisa menantikannya.

Dae Young pun bertanya-tanya, kado apa yang Deok Jin pikirkan.


Deok Jin bertujuan memberi kado helm emas. Tapi Bu Ok gak setuju.
Bu Ok : Ini semestinya kado pernikahan.
Bu Ok kemudian menunjuk ke arah lain.
Deok Jin : Sudah kuduga. Aku tidak dapat secerdas kau.

Hari ijab kabul tiba. Dae Young bangun di depan. Dia kesal Deok Jin ngasih ia kado Iron Man.

Pernikahan dimulai. Dae Young dan Da Jung terlihat bahagia.


Sekarang, mereka telah resmi selaku pasangan.
Bu Jung dan Pak Hong sama-sama berharap mereka bahagia.


Semua terharu menyaksikan Dae Young dan Da Jung kembali bersama.
Ae Rin yang lagi nangis alasannya yakni terharu, didekati Ki Tae. Ki Tae memamerkan saputangannya dan berkata, bahwa seseorang ditakdirkan untuk bersama.


Saat sesi foto bareng keluarga, kakek-kakek yang memamerkan Dae Young teh yang menghasilkan Dae Young menjadi muda, datang.
Kakek itu, menghasilkan gerakan mengunci mulut. Dae Young paham dan ikut menghasilkan gerakan yang sama. Kakek itu tersenyum menyaksikan Dae Young sekarang, kemudian ia beranjak pergi.

Terdengar narasi Dae Young.
“Jika dongeng kita berhenti di sini menyerupai tamat film, hidupku akan selsai bahagia. Tapi….”


Kita kemudian diperlihatkan momen-momen pasang surut dalam kehidupan rumah tangga Dae Young dan Da Jung.
Terdengar narasi Da Jung.
Da Jung : Dari waktu ke waktu, kita mengalami kesulitan. Kita berantem dan kecewa. Ada saatnya kita saling membenci. Berkat itu, kita lebih saling memahami.

Hari demi hari, Dae Young dan Da Jung menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan sungguh senang sehabis menikah lagi.
Hari Natal pun tiba. Mereka saling bertukar kado.

Da Jung dan Dae Young muda berlangsung menyusuri taman, mengikuti pasangan kakek dan nenek.
Dae Young menjangkau tangan Da Jung dan berkata kalau mereka tak boleh melepaskan tangan satu sama lain hingga mereka menua menyerupai pasangan kakek dan nenek itu.

Sekarang, Dae Young dan Da Jung kembali berlangsung menyusuri taman. Mereka saling berpegangan tangan.
Dae Young : Kita dihentikan saling melepaskan seumur hidup kita.
Narasi Dae Young terdengar lagi.
Dae Young : Kalau dipikir-pikir, kebahagiaan tidak berujung senantiasa ada dalam hidup kita. Siapa pun bisa menemukannya dan menikmatinya. Itu kemewahan yang dapat kita semua miliki bersama. Untuk kebahagiaan itu, kita tentukan untuk mengasihi keputusan kita. Kita menegaskan orang menurut cinta. Dan kita berterima kasih atas keputusan itu. Serta untuk orang yang kusayangi dan saya yang hidup dengan bersungguh-sungguh menyerupai biasanya, saya ingin menyemangati mereka hingga tamat hayat. Dalam hidup, bahkan kalau kamu melalaikan kebahagiaan selama ada satu orang yang hendak mencari kebahagiaan bersamamu, hidupmu akan patut dijalani. Jangan lupa bahwa kalian saling mencintai. Kecewalah bahwa kalian tidak dapat lebih saling menghargai. Dan berjanji untuk hari esok yang lebih baik. Seperti itulah, hidup kita akan terus berlanjut.


Si A dan Si Woo juga senang bareng pasangan mereka.

Begitu pula dengan Deok Jin yang senang bareng Bu Ok.
Happy ending guys…