Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 7 Part 3, Pastikan untuk membaca bab daftar lengkapnya di goresan pena yang ini. Yuk dibaca part kedua dari drakor ini pada Episode sebelumnya baca di sini.

Il Kwon mengajak Da Jung ke kafe tempatnya biasa berkumpul dengan teman-temannya.
Il Kwon menenteng Da Jung suatu ruangan, wilayah ia dan teman-temannya. Tentu saja, disana telah menanti ketiga temannya. Il Kwon mengenalkan ketiga temannya selaku instruktur di universitas.


Da Jung merasa tak nyaman.
Il Kwon yang menyaksikan itu, malah protes dengan perilaku canggung Da Jung. Dia bilang, ini demi Si Woo.
Il Kwon : Aku tak mengenalkan mereka ke orang renta lain meski memohon. Kau memperoleh perlakuan khusus.

Il Kwon mengenalkan Da Jung ke teman-temannya.
Il Kwon : Dia ibu Hong Si Woo, anak yang gres bergabung. Dia pembaca pemberitahuan Jung Da Jung. Kalian semua tahu ia dari berita, bukan? Bom air.

Teman Il Kwon yang duduk disamping Da Jung, mengaku ia menonton siaran bom air Da Jung berkali-kali.
Dia juga mengomentari badan Da Jung. Dia menyebut badan Da Jung hebat dan sungguh menikmatinya.
“Tapi, kamu sungguh punya anak dengan badan itu? Pinggangmu menyampaikan sebaliknya.”
Dia kemudian memerintahkan Da Jung menuangkan minuman untuknya mudah-mudahan mereka semakin dekat.


Da Jung menolak. Dia bilang ia tiba selaku ibu Si Woo, bukan untuk menuangkan minuman.
Teman Il Kwon tersinggung. Dia bilang Da Jung kelewatan dan akan pergi.


Il Kwon menahan mereka.
Il Kwon : Hei, Pelatih Jung. Mari nikmati malam ini.
Il Kwon juga memerintahkan Da Jung minta maaf alasannya telah menolak undangan Pelatih Jung.
Da Jung minta maaf dan pamit. Dia mengajak mereka berjumpa di wilayah yang lebih sopan lain kali.

Da Jung pergi. Il Kwon menyusul Da Jung.
Da Jung : Aku akan melaporkanmu ke polisi sekarang.
Il Kwon : Hei. Kau tak tahu banyak wacana olahraga, ‘kan? Waktu saya dahulu juga menyerupai ini bahkan lebih buruk. Jika kamu terus menyerupai ini, itu akan melukai putramu

Il Kwon kemudian memberi Da Jung nomor rekening dan minta Da Jung mengirim uangnya kesana.
Da Jung : Kenapa saya mesti membayar?
Il Kwon : Ayolah! Jangan terlalu kaku! Kau mesti mengeluarkan duit jikalau ingin Si Woo bermain.
Da Jung : Choi Il Kwon! Beginikah caramu melatih anak-anak?

Il Kwon : Bukan cuma aku. Ini tak menyerupai saya putus asa. Malam ini dikontrol untuk Si Woo, namun kamu mengacaukannya.
Il Kwon juga menyebut Da Jung merusak karir basket Si Woo jikalau tak mengirim uangnya.
Il Kwon : Da Jung-ah, bukankah keberhasilan Si Woo yakni prioritas? Apa kamu akan membiarkan duit membatasi hasrat Si Woo? Kau ibunya.


Da Jung menyusuri jalanan, berlangsung kaki. Dia kepikiran untuk menghubungi Dae Young. Tapi teringat kata-katanya terakhir kali ke Dae Young di saat di telpon.

Deok Jin ke kafe itu. Dia bilang, itu terakhir kali ia menolong Dae Young. Deok Jin juga heran Il Kwon mengadakan konferensi orang renta dan guru disana.


Deok Jin masuk ke ruangan itu dan mendapati Il Kwon lagi senang-senang sama beberapa wanita.
Begitu Deok Jin datang, Il Kwon pribadi memerintahkan para perempuan nya keluar.

Deok Jin : Bukankah kamu pacaran dengan Bu Ok?
Il Kwon membenarkan dan bilang mereka telah sebulan pacaran.
Deok Jin : Dan kamu disini dengan perempuan lain?
Il Kwon : Ini semua bisnis. Bisnis. Kenapa kamu tak sanggup membedakan bisnis dari kehidupan pribadi?
Deok Jin membuka satu minuman soda.
Deok Jin : Kau akan terus begini sehabis menikah?
Il Kwon : Kau gila? Kenapa saya mesti menikah? Orang bakal tak ada artinya di saat mereka punya anak. Aku telah menyaksikan banyak orang renta untuk bersaksi. “Pelatih, tolong biarkan putraku bermain di pertarungan berikutnya.” “Pelatih, tolong bantu putraku masuk universitas.” Aku takkan hidup menyerupai itu. Aku takkan membiarkan orang menginjakku cuma alasannya anak kecil.

Di depan meja kasir, Deok Jin menampilkan bil ke Deok Jin yang jumlahnya satu juta lebih. Deok Jin membayarnya.
Il Kwon protes. Sedang apa? Kau mesti bayar!
Deok Jin : Benar. Aku bayar 2.000 won untuk soda.

Il Kwon memberi Deok Jin alamat beberapa rekening dan minta Deok Jin ngirim duit kesana.
Deok Jin : Kenapa saya harus…
Il Kwon : Kau mesti melakukannya, mudah-mudahan putramu sanggup bermain. Paham?
Deok Jin : A… saya paham. Takkan kutransfer.


Il Kwon : Kau tak ingin putramu bermain basket? Bagaimana kamu sanggup menyebut dirimu orang tua?
Deok Jin : Aku tak pernah menganggapnya selaku anakku.
Il Kwon : Kau sungguh-sungguh gila. Jika Go Woo Young tak sanggup bermain basket, itu semua salahmu.
Deok Jin : Itu hidupnya. Kenapa itu salahku?
Deok Jin pun pergi.
Il Kwon heran, ia kenapa? Salah makan?


Sampai rumah, Woo Young tanyain hasil pertemuannya. Deok Jin ngasih tahu Woo Young apa yang terjadi dengan emosi.
Tentu saja, Woo Young kaget. Dia pikir Il Kwon akan berubah sehabis menjadi guru.
Deok Jin : Bu Ok sungguh-sungguh tertipu.
Woo Young : Bagaimana dengan Da Jung?
Deok Jin : Dia berjumpa dengannya sebelum aku. Choi Il Kwon, dasar sampah!
Bersambung ke part 4…