Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 7 Part 4, Silahkan lihat disini untuk memasukan daftar lengkapnya di goresan pena yang ini. Kalian baca juga bab ketiganya dari Episode sebelumnya baca di sini.

Woo Young kembali bermetamorfosis Dae Young.
Dae Young mengontak Si Woo. Si Woo sendiri belum tidur. Dae Young bilang, beliau gres saja telponan dengan Deok Jin dan Deok Jin bilang ada konferensi antara orang bau tanah dan instruktur basket.
Dae Young : Ayah ingin tanya bagaimana konferensi dengan ibumu.
Si Woo : Entahlah. Ibu belum pulang.

Dae Young resah. Dia berpikir sejenak, kemudian tiba-tiba memandang ke atas gedung rumahnya.
Ya, Dae Young ternyata sudah bangkit di depan rumahnya.


Dae Young kemudian berlari ke atas dan mendapatkan Da Jung duduk di tangga.
Dae Young mendekati Da Jung.
Da Jung kaget, Woo Young-ah.
Dae Young sudah kembali menjadi Woo Young. Woo Young duduk di sebelah Da Jung.

Woo Young : Sedang apa disini?
Da Jung bilang, disana daerah persembunyiannya. Da Jung juga tanya, Woo Young sedang apa disitu.
Woo Young bilang tentunya untuk menemui Si Woo.
Woo Young : Ini daerah persembunyian bagus. Pemandangannya luar biasa. Khususnya…

Woo Young menepuk anak tangga di sebelahnya.
Woo Young : … ini terlihat menyerupai tempatnya.

Da Jung menghela nafas.
Da Jung : Ini ketiga kalinya.
Woo Young : Apanya?
Da Jung : menyaksikan Bibi mabuk. Maaf.
Da Jung menaruh kaleng birnya di anak tangga.
Woo Young : Tak apa.


Da Jung : Oya, kamu berhenti minum bir?
Woo Young : Aku pribadi berhenti setelah menyimak Bibi.
Da Jung : Sudah kuduga kamu anak baik. Baik dan menyebalkan…

Woo Young tertawa.
Woo Young : Tak apa.
Da Jung : Kurasa tidak.
Woo Young : Sungguh baik-baik saja selama bibi baik-baik saja.
Da Jung : Apa?


Woo Young : Aku tahu ini hari yang berat. Tapi, tak apa-apa. Bibi melakukannya dengan baik hari ini.
Da Jung : Aku tak minum bir alasannya yakni hari yang berat.
Woo Young : Jangan bohong. Itu kelihatan.
Da Jung : Kau membaca pikiranku. Aku percaya kamu tahu apa masalahku.

Woo Young : Entah apa masalahmu, tetapi apa pun keputusanmu, kuharap kamu teguh dengan keputusan itu. Itu yang ditangani orang tuaku.
Da Jung : Keputusan yang bisa kupegang teguh. Ini menarik, setiap saya memerlukan seseorang Kau senantiasa ada.
Woo Young : Bukankah semestinya berterima kasih?
Da Jung : Kau ingin disanjung disaat menyerupai ini?

Woo Young tertawa.
Da Jung mengucapkan terima kasih

Keduanya kemudian saling bertatapan. Da Jung kemudian mengalihkan pandangannya. Woo Young memegang tangan Da Jung. Da Jung kaget. Woo Young beralasan, beliau sedang membagi energinya. Woo Young kemudian menawan tangannya.
Da Jung : Kau memamerkan energimu. Tak berlebihan, ‘kan?
Woo Young : Jumlah energinya tepat.
Da Jung : Kurasa tidak. Aku sarat energi sekarang.

Woo Young tertawa.
Da Jung semangat lagi. Dia percaya beliau dapat melakukan pekerjaan dengan baik lagi. Da Jung juga tertawa. Woo Young bahagia menyaksikan Da Jung tertawa lagi.


Besoknya, Da Jung ditempat kerja dihubungi Il Kwon. Da Jung menjawab dan mengajak Il Kwon bertemu.
Il Kwon : Aku bahagia kamu menghasilkan keputusan yang tepat. Mari berjumpa di sekolah.

Usai bicara dengan Da Jung, Il Kwon menyaksikan Woo Young berlangsung ke arahnya.
Woo Young berlangsung melalui Il Kwon, tetapi langkahnya terhenti dikala Il Kwon memanggilnya dengan nama Dae Young.
Woo Young berbalik.
Il Kwon : Itu bukan kau. Kau Go Woo Young. Belakangan ini saya risau kamu Hong Dae Young atau Go Woo Young.
Il Kwon kemudian tanya, apa Deok Jin pulang dengan selamat semalam.
Woo Young : Ya.

Il Kwon tersenyum kesal, kemudian beranjak pergi.
Woo Young juga pergi setelah Il Kwon pergi. Tapi kemudian, Il Kwon berbalik dan memandang Woo Young lagi sambil tersenyum licik.


Malamnya, Da Jung yang sudah di depan sekolah, mengontak Ae Rin. Ae Rin sendiri masih di kantornya.
Ae Rin : Rekaman? Ada apa dengan rekaman?
Da Jung : Aku ingin tau apa rekaman dapat dijadikan bukti dikala melaporkan calo kuliah ilegal.
Ae Rin : Asalkan kamu menjadi bab dari percakapan, tanpa menginformasikan dia. Itu dapat diterima. Tapi, kenapa kamu nanya soal calo kuliah ilegal?
Da Jung : Il Kwon meminta duit selaku ganti Si Woo : bermain dalam pertandingan.

Ae Rin kaget. Dia tak mengira Il Kwon menyerupai itu. Ae Rin kemudian cemas. Dia bilang itu berbahaya.
Da Jung : Tak apa. Aku akan merekam dialog kami. Kau bantu saja nanti.
Ae Rin : Tentu saja saya bantu, tetapi Da Jung…
Da Jung : Jangan khawatir. Kami akan berjumpa di sekolah. Takkan ada yang terjadi.

Di rumah Deok Jin, Woo Young lagi nyari tahu cara melaporkan calo ilegal ke polisi.
Ae Rin mengontak Woo Young. Ae Rin ngasih tahu Woo Young soal rencana Da Jung.
Woo Young memahami dan pribadi pergi.


Da Jung menyalakan alat perekam di ponselnya.
Sementara Il Kwon lagi menjumlah duit yang diberikan Da Jung.
Il Kwon bilang uangnya kurang.
Da Jung : Bisa kuberikan sisanya nanti? Aku tiba untuk menanyakan itu.
Il Kwon : Aigoo. Kurasa, situasimu lebih sulit dari dugaanku.


Il Kwon duduk di depan Da Jung.
Il Kwon : Omong-omong, kedepannya jangan laksanakan ini.
Da Jung : Lalu, kedepannya saya mesti bagaimana?
Il Kwon : Transfer uangnya setiap bulan ke rekening ini untuk menjamin tempatnya. Sisanya tergantung apresiasimu dengan menyertakan jumlahnya.


Da Jung : Siapa lagi yang punya susukan ke rekening ini selain dirimu?
Il Kwon : Kau ingat kafetaria itu? Pelatih Im dan Jung dari Universitas Hankuk.
Tapi Il Kwon balasannya sadar Da Jung merekam obrolan mereka.
Il Kwon : Mereka mungkin terlihat garang bagimu, tetapi cobaan masuk universitas itu sulit.

Ponsel Il Kwon berdering. Telepon dari Pelatih Jung.
Il Kwon : Membicarakan soal mereka, itu salah satu dari mereka.
Il Kwon mau mengambil ponsel Da Jung. Tapi Da Jung dengan segera memegang ponselnya. Da Jung bilang itu ponselnya.


Il Kwon : Maaf. Ponsel kita sama. Da Jung-ah, boleh kulihat ponselmu?
Da Jung tegang.

Woo Young balasannya tiba di sekolah. Dia tiba dengan taksi dan tergesa-gesa mencari Da Jung.


Il Kwon sukses menyaksikan ponsel Da Jung.
Il Kwon : Apa yang hendak kamu laksanakan dengan rekaman ini? Agar kamu dapat memerasku?
Da Jung : Aku dapat menghentikanmu di masa depan.
Il Kwon : Kurasa kamu tak dapat melakukannya.
Il Kwon meniadakan rekaman itu.

Woo Young mengontak ponsel Da Jung alasannya yakni tak dapat mendapatkan Da Jung.

Il Kwon tertawa sinis menyaksikan panggilan Dae Young.
Il Kwon : Kau ingin tahu hal menarik? Ini soal Hong Dae Young.

Ae Rin di kantornya tak dapat tenang. Tak lama, beliau ingat pas mabuk, beliau ngasih tahu Il Kwon jikalau Woo Young yakni Dae Young.


Sementara itu, Il Kwon menyampaikan sesuatu pada Da Jung. Entah soal apa.
Da Jung tak percaya ucapan Il Kwon.
Il Kwon : Kau tak tahu padahal tinggal dengan lelaki itu?


Woo Young balasannya mendapatkan Da Jung dimana.
Tapi dikala beliau datang, Da Jung menangis menatapnya.


Woo Young memandang tajam Il Kwon yang tersenyum puas.
Bersambung…
EPILOG :


Dae Young tiba di parkiran rumah pelanggannya. Tapi tiba-tiba beliau menyaksikan kerumunan di erat daerah beliau memarkirkan kendaraan beroda empat kantornya,
Dae Young mendekat dan menyaksikan Da Jung sedang dimarahi produser.
“Kau tahu pekerjaanmu itu buruk!”
“Maafkan aku.”
“Lakukan dengan baik! Jangan terus menyampaikan maaf!”

Dae Young marah. Dia mau mendekat tetapi ponselnya berbunyi. Dae Young bilang beliau sudah di daerah parkir dan terpaksa pergi.

Malamnya, Dae Young mendekati Da Jung yang menyendiri di tangga.
Dae Young : Sudah kuduga kamu disini.
Da Jung tanya, bagaimana Dae Young dapat tahu.
Da Jung mau minum lagi tetapi dilarang Dae Young.
Dae Young : Aku tiba untuk minum bareng denganmu.
Da Jung : Kau tiba untuk minum sendiri. Kau itu peminum.


Dae Young : Tak apa.
Da Jung : Apa?
Dae Young : Apapun itu. Semuanya tak apa-apa.
Da Jung : Kau bahkan tak tahu argumentasi saya mengalami kesulitan.


Dae Young : Kalau saya bertanya, kamu mesti mengingatnya. Lalu, kamu kesusahan lagi. Di hari menyerupai ini, kita mesti istirahat. Menikmati angin malam dan minum bir bersama. Keadaanmu lebih penting. Jika kamu masih ingin membahasnya, kamu dapat kasih tahu saya kapan pun kamu mau. Kau sudah bersusah payah hari ini.
Da Jung mau menangis.

Dae Young merangkul Da Jung. Dia tak ingin Da Jung masuk angin.
Da Jung : Bisa katakan lagi? Jika kamu bilang “semua tak apa-apa dan saya melakukannya dengan baik”, kurasa itu akan menenangkanku.
Dan Dae Young pun menyampaikan kata-kata itu sambil menepuk pundak Da Jung.

Da Jung memegang tangan Dae Young, kemudian menatapnya.
Narasi Da Jung terdengar.
“Di hari saya merindukannya, beliau menjadi bab dari ingatanku. Kehangatan kita membatasi angin malam yang dingin. Memiliki seseorang di sisiku menghiburku pada hari yang sulit. Aku tahu kenangan itu tak dapat berlanjut.

Sekarang, Da Jung duduk sendirian di tangga usai diajak Il Kwon berjumpa instruktur universitas di bar.
Woo Young datang.
Narasi Da Jung : Namun rasanya kenangangku berlanjut. Rasanya bukan menyerupai kenangan masa laluku, tetapi masa kini. Itu terus berlanjut selama ini.
Bersambung….