Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 2 Part 4, Daftar lengkap sanggup Kalian baca selengkapnya di goresan pena yang ini. Yuk dilihat juga gaes Episode sebelumnya baca di sini.

Beberapa siswa masuk ke kelas dan menghampiri Seo Jun.
Siswa gemuk yang berdiri di tengah, memandang kesal Seo Jun. Dia bilang, harusnya Seo Jun melapor bila telah kembali.
Seo Jun berdiri dan balas memandang siswa itu.


Mereka kemudian pindah ke belakang sekolah. Siswa gemuk bilang, cuaca nya bagus untuk mati.
Seo Jun : Apa kalian grup wanita? Kenapa kalian berdiri menyerupai itu?


Siswa gemuk tanya, kenapa? Apa Seo Jun mau memukulnya? Dia kemudian membolehkan Seo Jun memukulnya.
Seo Jun sewot, hei, kau! Cho Rong! Lelucon ini berlebihan!


Cho Rong kemudian bilang kalau mereka semua senang Seo Jun kembali.
Cho Rong : Kau berakal berakting. Aku sanggup menyaksikan kau masuk agensi.
Seo Jun : Kau kekanak-kanakan sekali. Berapa usang saya mesti ikut berpura-pura?
Yang lain ikut bicara, hei kawan. Akui saja. Ini juga mengasyikkan untukmu.
Mereka tertawa.

Seo Jun : Apakah kabar kalian baik? Astaga. Cho Rong, sepertinya berat badanmu bertambah.
Cho Rong pun protes dan bilang beliau udah turun 10 kilo.


Cho Rong kemudian tanya gimana kondisi ibunya Seo Jun.
Seo Jun : Keadaannya jauh lebih baik.


Cho Rong : Syukurlah. Maaf kami tidak pernah roman.
Seo Jun : Yang benar saja. Kau kolot sekali. Roman? Menjenguk.
Cho Rong : Lalu apa itu roman?
Seo Jun : Usia visual.

Murid-murid lagi makan di kantin. Ju Kyung semeja dengan temen segenk nya dan Tae Hoon juga.
Ju Kyung : Han Seo Jun itu terlihat agak menakutkan.
Soo Ah : Dia memang punya gambaran cowok nakal. Ada rumor menyeramkan bahwa beliau tidak cuma cuti, melainkan diskors alasannya yakni nyaris membunuh anak di pertikaian geng.

Ju Kyung terkejut dan pribadi panic. Dia dalam hati bertanya-tanya gimana cara ngebalikin helm nya Seo Jun.
Ju Kyung merasa menyerupai dikutuk tahun ini dan gak ngerti kenapa itu terjadi.


Soo Jin : Apa yang kau bicarakan? Dia cuti alasannya yakni argumentasi keluarga.
Soo Ah : Siapa yang tahu apakah itu benar?

Beberapa siswa yang lagi mengambil makanan, ngeliatin Ju Kyung pas Ju Kyung mau nyuap makanan.
“Itukah dia? Malaikat pindahan itu?”
“Ya. Dia sungguh cantik, bukan?”
“Luar biasa. Dia bahkan makan dengan cantik.”


Tahu diperhatiin, terpaksalah Ju Kyung nyuap makanannya dengan ukuran kecil.
Ju Young yang mendengar teman-temannya bilang Ju Kyung cantik, kesal.
Ju Young : Malaikat? Itu penipuan.

Ju Kyung mendekati Soo Ho yang masih makan. Dia menaruh botol minuman ginseng merah pedas di atas meja.
Soo Ho : Apa ini?
Ju Kyung : Aku tahu kau menyukainya, jadi…
Ju Kyung gak ngelanjutin kalimatnya dan pergi menaruh piring bekas makannya di wilayah yang telah di sediakan.
Soo Ho kesal, saya tidak sanggup berkata-kata.


Soo Ho duduk di taman sendirian, sambil dengerin music. Mendadak Ju Kyung tiba dan mencopot earphone di indera pendengaran Soo Ho.
Ju Kyung berbisik, nyuruh Soo Ho ke atap sambil ngedipin matanya. Lalu beliau pergi ke duluan.
Soo Ho : Apa beliau gila?

Soo Ho menemui Ju Kyung di atap dengan wajah agak kesal.
Begitu menyaksikan Soo Ho, Ju Kyung menyapa Soo Ho dengan manis.
Soo Ho : Siapa kau? Seorang pencari perhatian?
Ju Kyung : Tidak ada orang di sini, jadi, jangan terlalu tegang. Seragammu telah kubersihkan dan ini buku yang kujanjikan…

Belum selesai ngomong, Soo Ho udah motong kalimat Ju Kyung sambil ngambil paper bag dari Ju Kyung.
Soo Ho : Apa kau menyukaiku?
Ju Kyung : Tidak.
Soo Ho : Kenapa kita berpura-pura berteman?
Ju Kyung : Kita berjumpa tempo hari, ingat? Kenapa kau akal-akalan tidak tahu?
Soo Ho : Aku tidak acuh kau ada di dunia mimpi yang mana. Kembalilah ke kenyataan dan berhenti menggangguku.


Soo Ho pergi. Ju Kyung yang bingung, mengejar-ngejar Soo Ho. Dia memegang lengan Soo Ho.
Ju Kyung : Tunggu. Kau tidak melihatku di luar sekolah?
Soo Ho : Kau niscaya menjajal menawan perhatianku, namun sentuh tanganku sekali lagi dan saya tidak akan membisu saja.
Soo Ho pergi.

Ju Kyung kebingungan.
Ju Kyung : Lalu bagaimana dengan toko buku komik itu? Dia tidak memahami wajahku tanpa riasan?

Teringat komik The Cursed Mask serta pesan yang ditempelnya disampul komik, Ju Kyung panic dan pribadi lari nyusul Soo Ho.
Ju Kyung berlari di koridor sambil mikirin kata-kata Soo Ho di toko komik.
Soo Ho : Kau tidak akan berani bersikap menyerupai ini padaku di sekolah.
Ju Kyung merasa itu layak untuknya alasannya yakni beliau udah bersikap angkuh.


Soo Ho menuruni tangga. Ju Kyung sukses menyusulnya.
“Aku salah bawa.” ucap Ju Kyung berupaya mengambil paper bag nya dari tangan Soo Ho.
Tapi Soo Ho gak mau ngasih paper bag nya.


Ju Kyung muter otak. Bersamaan dengan itu, dua siswi melintas di bersahabat mereka.
Ju Kyung bilang di dalam paper bag itu pembalut. Sontak, Soo Ho pribadi melepas paper bag nya.
Ju Kyung : Jaketmu akan kubawakan besok.
Ju Kyung bergegas kabur.

Ju Kyung menyendiri di toilet.
Ju Kyung : Apa rahasiaku yang hendak beliau simpan dikala itu? Apa beliau mengenaliku dari sebuah tempat? Entahlah. Apa yang mesti kulakukan?
Ju Kyung pusing, tamatlah riwayatku begitu beliau tahu bahwa gadis arogan itu yakni aku.

Pak Han menampilkan belum dewasa kiprah kalangan dan meminta mereka mencari tahu penyair yang tadi ia sebutkan.


Soo Jin yang satu kalangan sama Seo Joon, tanya apa beliau tahu cara menghasilkan file PPT. Lah Seo Joon dengarnya ‘fitting’. Seo Joon pribadi mengiyakan dan sesumbar kalau beliau pernah kerja part-time selaku model.

Yang lain ketawa mendengar respon Seo Joon. Soo Jin dan Soo Ah saling tatap dan mengiyakan respon aneh Seo Joon.

Ju Kyung frustasi. Pasalnya, beliau satu kalangan sama Soo Ho. Mana duduknya juga saling berhadapan. Soo Ho juga terus memandang Ju Kyung.


Hyun Kyu bilang ke Tae Hoon, gimana kalau mereka menghasilkan penyajian soal penyair pemberontak. Si Hyun gak setuju. Dia bilang materinya banyak yang artinya orang lain juga akan mengambilnya dan mereka terlalu kolot untuk itu.


Tae Hoon bilang mereka punya Soo Ho yang terbaik di kelas.
Si Hyun nanyain anjuran Ju Kyung.
Ju Kyung gak jawab.


Pak Han mendekati mereka.
Pak Han : Hewan malang berleher panjang. Selalu sungguh tenang. Ju Kyung, apa kau tertidur?
Ju Kyung : Tidak.
Pak Han lega, kemudian pergi.


Ju Kyung mengangkat parasnya dan memandang Soo Ho. Makin putus asa lah tu anak.


Malamnya, Ju Kyung dengan wajah lesu ke kamar kakaknya pas kakaknya lagi main game.
Hee Kyung pribadi berhenti main game dan mendekati adiknya.
Ju Kyung kayaknya mau curhat, namun kakaknya malah nanyain soal gurunya.
Hee Kyung tanya, apa Ju Kyung punya guru yang 70% Jung Woo Sung dan 30% Brad Pitt?
Ju Kyung : Tidak.
Hee Kyung : Pikirkan lagi. Dia masuk ke sekolahmu.
Ju Kyung : Jawabanku tetap tidak.

Hee Kyung : Mungkin beliau bukan guru. Omong-omong, ada apa? Kenapa wajahmu murung?
Ju Kyung : Kau tahu… Hidup memang melelahkan.
Hee Kyung : Seolah-olah kau tahu arti kehidupan di usia 18 tahun.
Hee Kyung kembali mendekati komputernya.


Ju Kyung sewot, kemudian kenapa bila usiaku 18 tahun? Tidak bisakah anak 18 tahun tahu apa itu hidup? Apa kau melalaikan 18 tahun dan pribadi berusia 28?
Hee Kyung marah. Dia bangkit, mau ngasih pelajaran ke Ju Kyung namun Ju Kyung pribadi lari.


Ju Kyung masuk kamarnya dan pribadi rebahan. Ponselnya bunyi. Ju Kyung menjawabnya. Dia gak tahu siapa yang menelponnya.
“Ini aku.”
“Siapa?”
Dan Ju Kyung akibatnya sadar itu bunyi Soo Ho.
Ju Kyung tanya darimana Soo Ho tahu nomornya.
Soo Ho : Aku punya caraku sendiri.
Ju Kyung : Kenapa?
Soo Ho : Ada sesuatu yang mesti kau berikan kepadaku. Bawa keluar.
Ju Kyung : Apa yang mesti kuberikan kepadamu? Apa itu?

Ju Kyung kemudian sadar dan menyaksikan paper bag nya yang tadi mau ia kasih ke Soo Ho.
Soo Ho kesal, kau bercanda? Akan kukirim alamatnya lewat SMS.
Ju Kyung : Sekarang?

Ju Kyung akal-akalan batuk dan ngaku lagi gak yummy badan. Ju Kyung tanya, bisakah beliau memberikannya besok saja.
Soo Ho gak mau. Dia minta alamat Ju Kyung.
Ju Kyung : Tidak, saya akan ke sana. Tentu saya mesti ke sana.
Soo Ho : Datanglah pukul 21.00.


Soo Ho kemudian kirimin pesan ke Ju Kyung kemana Ju Kyung mesti datang. Ke kedai kopi di simpang Taman Saebom.
Ju Kyung bingung. Dia kebingungan yang ditelpon Soo Ho siapa. Dia yang tanpa riasan atau beliau yang memakai riasan.

Ju Kyung kemudian mengambil almamater Soo Ho dan komiknya.
Ju Kyung : Dia ingin saya menjinjing yang mana dari keduanya?
Ju Kyung kemudian ingat kalau Soo Ho menyuruhnya mencampakkan almamaternya.
Ju Kyung : Benar. Dia menyuruhku mencampakkan jaketnya, jadi, kenapa beliau ingin saya membawanya keluar? Pasti bukunya. Tapi akan lebih gampang mendapat nomorku dari belum dewasa di sekolah. Apa beliau merujuk jaketnya?


Ju Kyung lantas membayangkan, ia berjumpa Soo Ho tanpa riasan, pakai riasan dan setengah riasan.
Soo Ho murka alasannya yakni Ju Kyung berani menipunya.


Saat beliau menemui Soo Ho pakai riasan, Soo Ho juga marah.


Yang ketiga, Ju Kyung merias parasnya separuh dan menutupi parasnya yang separuh lagi dengan rambut panjangnya. Ia menampilkan almamater Soo Ho. Pas Soo Ho mau ngomong, Ju Kyung malah menonjol matanya. Soo Ho kesakitan. Saat itulah, Ju Kyung mengubah posisi rambutnya dan menampilkan wajah berjerawatnya.
Soo Ho : Kau… kau…
Ju Kyung : Kenapa? Apa ada masalah.
Soo Ho : Dasar psikopat.

Ju Kyung kemudian merias parasnya namun cuma separuh. Tapi kemudian, beliau berteriak kesal alasannya yakni panic mesti gimana.

Ju Kyung melanjutkan riasannya namun pas menyaksikan jam, ia pribadi berdiri. Dia mengambil tas nya dan memasukkan komiknya serta almamater Soo Ho ke dalam tas. Tapi tiba-tiba aja, beliau terpikirkan sesuatu.

Ju Kyung bergegas ke kamar Hee Kyung. Dia mau minta bantuan namun Hee Kyung gak ada.
Ju Kyung turun ke bawah. Bersamaan dengan itu, Ju Young keluar kamar dan tertawa menyaksikan wajah Ju Kyung.
Ju Young mau motret Ju Kyung namun dihentikan Ju Kyung. Ju Kyung tanya, apa Ju Young punya waktu.
Ju Kyung kemudian berlutut dan memohon-mohon bantuan Ju Young. Dia bilang beliau akan menampilkan semua komik yang Ju Young mau asalkan Ju Young membantunya. Dia juga memperbolehkan Ju Young menganggapnya adik.


Ju Young : Coba kulihat. Ini kontrak yang menarik.
Ju Kyung : Terima kasih, Oppa. Jadi, yang kuperlukan adalah…
Ju Young : Tapi sayang sekali alasannya yakni saya punya rencana. Aku akan menangguhkan bantuan itu.

Ju Young mau pergi namun ditahan Ju Kyung. Ju Kyung bilang gimana sanggup komitmen Ju Young lebih panting ketimbang dirinya. Dia menawan lengan jaket Ju Young.
Ju Young minta Ju Kyung melepaskannya. Ju Kyung gak mau dan tetap menariknya hingga jaket Ju Young terlepas. Ju Young pun menegaskan melepas jaketnya dan pergi.
Ju Kyung risau mesti gimana namun beliau kepikiran wangsit lagi.


Ju Kyung menuju taman dengan sepeda. Semua orang memperhatikannya, aneh. Termasuk Soo Ho juga.
Ternyata Ju Kyung naik sepeda pakai helm Seo Joon. *Njiir, ngakak.

Ju Kyung pribadi berlari ke Soo Ho.
Ju Kyung : Aku tidak telat bukan?
Soo Ho : Kenapa memakai helm?
Ju Kyung : Bukankah orang memakai helm dikala naik sepeda? Jika jatuh tertelungkup, itu sanggup meninggalkan bekas luka besar. Itu sama berbahayanya dengan sepeda motor.


Soo Ho : Kukira kau tidak yummy badan. Kenapa kau naik sepeda ke sini?
Ju Kyung akal-akalan batuk lagi dan membenarkan kalau beliau gak yummy badan. Ju Kyung kemudian bilang kalau beliau naik sepeda mudah-mudahan sanggup cepat pulang dan istirahat.

Soo Ho minta Ju Kyung secepatnya menampilkan yang dimintanya.
Ju Kyung kebingungan mesti ngasih komik apa almamater.
Ju Kyung : Dimana ya?
Soo Ho : Sulitkah menemukannya? Buku komik.
Mendengar Soo Ho minta komik, Ju Kyung pribadi senang dan menampilkan komiknya ke Soo Ho.
Ju Kyung : Kau tahu ini sungguh berharga, bukan? Kuharap kau tahu itu. Aku akan pergi sekarang.

Soo Ho : Aku memesan minuman panas untukmu. Kau mesti meminumnya.
Ju Kyung : Tidak, terima kasih. Aku baik-baik saja.
Soo Ho : Kau mau saya membuangnya?
Ju Kyung : Kau tidak perlu membelikan ini untukku. Sungguh tidak perlu.
Soo Ho : Kau akan meminumnya sambil memakai helm?
Ju Kyung : Aku akan memakai sedotan.

Yang diambil sedotan Soo Ho.
Soo Ho kemudian tanya, apa gak panas pakai helm.
Ju Kyung : Ini berkeringat dingin. Itu memiliki arti kondisiku membaik.

Soo Ho : Orang-orang menyaksikan kita.
Ju Kyung : Suruh mereka pergi.
Soo Ho : Sikapmu aneh hari ini.
Ju Kyung bilang akan melepas helmnya di toilet.

Dalam perjalanan ke toilet, orang2 terus memandang aneh Ju Kyung.
Saat melepas helm nya, orang-orang terkejut dan pribadi pergi.
Ju Kyung minta maaf pada mereka, kemudian beliau menyaksikan parasnya di toilet dan gak habis pikir kenapa beliau mesti lewat semua itu.

Ju Kyung nangis dan berkata, telah cukup mengenaskan punya wajah jelek.
Ju Kyung kemudian menguncir rambutnya dan mencuci wajahnya.


Dua gadis lewat di bersahabat Soo Ho. Mereka mengagumi ketampanan Soo Ho. Tapi Soo Ho nya cuek.
Ju Kyung papasan dengan mereka dan mendekati Soo Ho.
Soo Ho memandang tajam Ju Kyung.
Ju Kyung menerangkan sambil nyengir kalau beliau terlalu berkeringat jadi ia membasuh wajahnya.
Soo Ho masbodoh dan asik baca komik.


Ju Kyung : Bagaimana kau mendapat nomorku?
Soo Ho : Aku menanyai pemilik Komik Pangeran.
Tapi Soo Ho menjawab sambil terus membaca komik.
Ju Kyung : Sebesar itukah keinginanmu untuk membaca buku itu?
Soo Ho : Ya.


Ju Kyung : Omong-omong, kau tahu diam-diam yang hendak kau simpan?
Soo Ho : Ya?
Ju Kyung : Anehkah bila saya menanyakan apa rahasianya?
Soo Ho : Ya.


Ju Kyung nyoba cara lain untuk mengorek diam-diam apa yang dipegang Soo Ho soal dirinya.
Ju Kyung : Bagaimana kalau kita mengajukan pertanyaan untuk lebih mengenal satu sama lain?
Soo Ho memandang tajam Ju Kyung. Nyali Ju Kyung pribadi ciut ditatap tajam begitu.


Ju Kyung : Lupakan saja.
Lalu Ju Kyung meminum minumannya. Tanpa ia sadari, Soo Ho malah menatapnya.

Ju Kyung hingga di rumah dan pribadi masuk ke kamar. Dia lega Soo Ho gak sadar kalau Ju Kyung yang manis yakni dirinya.
Ju Kyung kemudian rebahan dan merasa mesti mengubah nomor teleponnya mulai sekarang. Dia juga bilang bakal sibuk menyingkir dari Soo Ho besoknya dan itu akan menjadikannya tersadar semalaman.
Tapi kemudian, Ju Kyung jatuh tertidur.

Besoknya, Ju Kyung kembali menjinjing paper bag nya.
Soo Ah nyapa beliau pas beliau masuk ke kelas. Ju Kyung narok tasnya di meja, kemudian menampilkan paper bag nya ke Soo Ho.


“Ini jaketmu.” katanya, kemudian tergesa-gesa pergi sambil menutupi wajahnya. Tapi alasannya yakni jalan sambil nutupin wajah, beliau ditabrak Seo Joon di depan pintu hingga kakinya keinjak.
“Kau baik-baik saja?” tanya Seo Joon.
Ju Kyung bilang gak apa-apa, kemudian tergesa-gesa pergi.
Saat itulah Seo Joon gres ingat Ju Kyung orang yang menjinjing helm nya.

Hari itu, jam olahraga di kelas Ju Kyung. Murid lelaki dan perempuan bermain terpisah.
Mereka main lempar tangkap bola dan yang gak sanggup menangkap atau terkena bola, keluar.
Ju Kyung sungguh menikmati permainannya.


Soo Ho sama Seo Joon saling lempar dan begitu seterusnya seolah cuma mereka yang main. Mereka melempas dengan keras.


Sampai akhirnya, bola ditangkap Tae Hoon. Seo Joon kesal alasannya yakni tersingkir. Soo Ho tersenyum puas.


Di kalangan perempuan, bolanya keluar. Ju Kyung mau mengambilnya namun bolanya menggelinding ke kaki Seo Joon.
Seo Joon gak mau ngasih bolanya.
Seo Joon : Bukankah kita pernah berjumpa sebelumnya?
Ju Kyung gak mengaku kalau mereka pernah ketemu.
Seo Joon bilang, Ju Kyung orang yang menjinjing kabur helm nya.


Ju Kyung nyengir. Dia risau mesti bagaimana. Tapi tiba-tiba beliau menunjuk ke belakang Seo Joon. Seo Joon bilang beliau gak bakal tertipu.
Lah bola tiba-tiba terbang ke kepala Seo Joon.
Seo Joon kesal dan memandang tajam Hyun Kyu. Hyun Kyu bilang yang melempar ketua kelas.


Ju Kyung mengambil bolanya dan minta maaf. Ia bilang, akan mengembalikan helmnya besok. Dan dikala mau pergi, beliau kesandung kakinya sendiri dan jatuh. *Doyan bener sih jatuh alasannya yakni kesandung kaki sendiri.
Seo Joon geleng-geleng kepala. Heran sama kelakuan konyol Ju Kyung.
Soo Ho lebih parah. Dia jalan melalui tubuh Ju Kyung dengan santainya. *Omo

Soo Ah dan Soo Jin tiba menolong Ju Kyung.
Soo Ah kesal sama kelakuan Soo Ho ke Ju Kyung.
Soo Ah : Berandal tidak sopan itu. Dia sanggup saja membantumu.
Sementara Ju Kyung dalam hati bilang itu lebih baik ketimbang tertangkap berair beliau jelek tanpa riasan.

Ju Kyung, Soo Ah dan Soo Jin selesai makan. Soo Jin heran dan tanya ke Soo Ah, kenapa Tae Hoon gak ikut makan.
Soo Ah bilang alasannya yakni Tae Hoon mesti ngerjain PR, jadi Tae Hoon cuma akan berbelanja camilan.
Ju Kyung : Benarkah? Haruskah kita membelikannya sesuatu?
Soo Ah : Terserah. Aku tidak acuh bila beliau kelaparan.
Soo Jin : Apa yang terjadi? Kalian berantem lagi?

Soo Ah : Kami bahkan tidak sempat bertengkar. Semalam, beliau mengabaikan semua SMS-ku alasannya yakni tertidur lebih awal. Kurasa beliau tidak tahu ini hari jadi ke-100 kami. Aku kesal sekali.
Ju Kyung : Dia tidak mungkin melupakan itu.
Soo Ah : Jika ternyata beliau sungguh-sungguh lupa, saya akan putus dengannya. Dia satu-satunya lelaki yang kupacari selama ini.

Tapi di kelas, Tae Hoon lagi nyiapin kejutan buat Soo Ah.
Soo Ah masuk kelas dan terkejut menyaksikan ada kelopak bunga di lantai menuju ke Tae Hoon.
Tae Hoon kemudian menampilkan tulisan-tulisanya. Dia membalik kertasnya satu per satu untuk menampilkan tulisannya.
“Soo Ah, bagiku, kau lebih manis ketimbang Suzy. Sampai kita menua dan berkeriput… Aku akan mencintaimu.”
Terakhir, Tae Hoon nunjukin gambar dikala mereka ciuman.

Soo Ah senang. Begitu pula lainnya kecuali Soo Jin yang jijik dengan hal begituan.
Tae Hoon menari-nari dan bilang kalau beliau menggemari semua hal wacana Soo A.
Tae Hoon : Soo Ah-ya, kurasa saya akan rampung di neraka alasannya yakni mencurimu dari langit. Kepak. Kepak, kepak. Dan saya jatuh cinta kepadamu. Aku mencintaimu, Putriku!

Soo Ah bahagia. Seisi kelas pribadi memerintahkan mereka ciuman.
Ju Kyung berlangsung dan berdiri di bersahabat mereka.
Soo Ah dan Tae Hoon pelukan.

Hyun Kyu yang jijik menyaksikan mereka mau ciuman, bertujuan melempar mereka dengan kue. Tapi mereka mengelak dan tajil manis nya terlempar ke Ju Kyung.
Sontak, semua termangu menyaksikan Ju Kyung kena lemparan kue.


Hoon memarahi Hyun Kyu alasannya yakni melakukan itu.
Soo Ah mengambil tisu dan mau membersihkan wajah Ju Kyung.
Si Hyun merasa gak akan cukup bila cuma dengan tisu dan memaksa Ju Kyung mencuci wajah.

Ju Kyung panic alasannya yakni kalau beliau cuci wajah bakal tertangkap berair parasnya tanpa riasan.
Soo Ah mengajak Ju Kyung ke toilet untuk cuci muka.
Ju Kyung pribadi teriak, berhenti! Aku tidak mau ada yang menyentuhku.
Ju Kyung kemudian mengambil kotak pensilnya dan lari.
Soo Ah, Soo Jin dan lainnya mengejarnya.


Seo Joon dan geng nya jalan dikoridor. Mereka senang menyaksikan para siswi menyoraki mereka alasannya yakni mereka tampan.
Seo Joon kemudian menyaksikan tali sepatunya lepas dan meminta lainnya berhenti sebentar.
Lalu Seo Joon mengikat tali sepatunya.

Bersamaan dengan itu, dari arah bertentangan Ju Kyung berlari ke arah Seo Joon. Di belakang, semua mengejar-ngejar Ju Kyung.
Ju Kyung teriak, memerintahkan Seo Joon minggir.

Seo Joon kaget, namun beliau telah gak keburu buat minggir.
Ju Kyung mendorong Cho Rong hingga Cho Rong gak sengaja ciuman bibir sama temen segeng nya.

Ju Kyung kemudian melompat dan menginjak punggung Seo Joon. Dan pergi begitu saja.
Seo Joon kaget, siapa itu? Ju Kyung?
Dia kesal.


Abis Ju Kyung, Soo Ah lari ke arah mereka. Untungnya Seo Joon sempat menghindar, namun Cho Rong ciuman lagi sama temennya.
Seo Joon kesal, mereka mau mati? Apa dilema mereka?

Ju Kyung hingga di toilet namun beliau terkejut toiletnya penuh. Lalu beliau masuk ke toilet sebelah yang ternyata toilet cowok. Cowok-cowok pada kaget. Ju Kyung minta maaf dan pribadi menutup pintu toilet.
Soo Ah dan lainnya datang. Soo Ah memerintahkan Hyun Kyu minta maaf ke Ju Kyung. Dia pikir Ju Kyung murka alasannya yakni itu.
Soo Ah mau bantu bersihin wajah Ju Kyung namun teriak dan minta Soo Ah gak menyentuhnya.


Ju Kyung masuk ke kelasnya dengan wajah aslinya. Seisi kelas gak ada yang menganlinya.
Ju Kyung bilang, beliau Ju Kyung.
Soo Ah pribadi mencelanya.
Soo Ah : Kau cuma manis alasannya yakni riasan.
Tae Hoon ikut-ikutan, kau tak punya hati nurani? Kau jelek sekali.
Soo Jin dan Si Hyun juga.
Soo Jin : Kenapa kau berpura-pura menjadi malaikat?
Si Hyun : Kau sungguh jelek tanpa riasan.
Hyun Kyu juga. Dia bilang mau muntah lihat wajah Ju Kyung.


Ju Kyung nangis dan bilang kalau mereka teman.
Soo Ah bilang beliau gak bakal mau temenan ama Ju Kyung kalau tahu wajah Ju Kyung begitu.
Mereka kemudian tertawa.

Ternyata itu cuma bayangan Ju Kyung.
Dia nangis dan menghasilkan krim di parasnya meleleh jatuh.


Mendadak Soo Ho datang. Dia melepas almamaternya dan menutupi kepala Ju Kyung dengan itu.
Ju Kyung terkejut dan memandang Soo Ho.
Soo Ho juga memandang Ju Kyung, namun beliau cuma membisu dan pribadi menjinjing Ju Kyung pergi.

Yang lain terkejut menyaksikan perilaku Soo Ho.
Soo Ho menjinjing Ju Kyung. Di koridor, mereka papasan sama Seo Joon yang termangu memandang mereka.
Bersambung……..
*Apakah Soo Ho tahu itu Ju Kyung? Selama ini kan, yang Soo Ho tahu gadis jelek di toko komik itu Ju Bal. Dia gak tahu kalau Ju Bal yakni Ju Kyung tanpa riasan. Menurut kalian gimana gaes? Kenapa Soo Ho nutupin wajah Ju Kyung kayak gitu, seolah beliau tahu Ju Kyung itu Ju Bal.