Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 8 Part 4, Di sinilah kalau Kalian ingin menyaksikan daftar lengkap ceritanya baca eksklusif di goresan pena yang ini. Bagian ketiga kisah drakor satu ini dapat simak pada Episode sebelumnya baca di sini.

Di part sebelumnya, Dae Young bilang tidak ingin menjadi seumpama ayahnya.
Dae Young : Ayahku yaitu lelaki egois. Tapi…
Si Woo menginformasikan Woo Young bahwa ayahnya tak dapat tiba untuk melihatnya bertanding.
Woo Young : Kau sedih?
Si Woo : Tidak apa-apa. Lagi pula, ia senantiasa seumpama ini.
Woo Young : Apa maksudmu?
Si Woo : Dia senantiasa bilang ia peduli dan suka mengomel, tetapi ia cuma memedulikan dirinya sendiri.
Si Woo yang gres pulang, menyaksikan ayahnya minum-minum.
Terdengar narasi Dae Young.
Dae Young : Selama ini, saya menjadi seumpama ayahku. Dunia ini hirau taacuh dan alkohol satu-satunya cara untuk melewatkan masa-masa panjangku.

Dae Young mengomeli Si Woo dan Si A.
Dae Young : Si Woo-ya, kamu dihentikan bermain-main! Kau mesti belajar. Dan kamu Si A-ya! Kau cuma bergaul dengan teman-temanmu!
Narasi Dae Young terdengar lagi.
Dae Young : Aku mulai makin kalut apakah anak-anakku dapat bertahan di dunia yang keras ini dan makin dunia menghantamku, makin saya membentak mereka.

Dae Young yang gres pulang, berpapasan dengan Si Woo di jalan.
Dae Young : Kau mau kemana?
Si Woo : Menemui teman.
Dae Young : Jangan pulang terlambat.
Mereka terlihat canggung.


Kembali ke adegan Dae Young bareng ayahnya di bis.
Narasi Dae Young : Dengan begitu, saya menjadi jauh dari anak-anakku sama seumpama ayahku dan aku.
Di kursinya, Pak Hong menyaksikan fotonya bareng istri dan putranya.
Dae Young memandang ayahnya. Tangisnya perlahan keluar.


Ayah dan anak itu telah turun dari bis. Woo Young masih menemani ayahnya.
Woo Young : Pak, kalau sempat, maukah kamu tiba dan menonton pertarungan besok? Aku dan Si Woo akan bermain.
Pak Hong bersemangat mendengar Si Woo akan bermain. Dia bilang, akan menyempatkan waktunya besok.

Pertandingan pun tiba. Tapi, Il Kwon mengeluarkan Woo Young dan Si Woo dari tim inti.
Hasilnya? Sekolah Menengan Atas Serim tertinggal banyak skor.

Kepala Sekolah yang menyaksikan itu, mengancam Il Kwon di saat jam istirahat. Pak Kang mengancam akan mengubah Il Kwon kalau Serim hingga tereliminasi.


Woo Young menyaksikan ayahnya datang. Tepat di saat itu, Il Kwon memasukkan Woo Young dan Si Woo ke tim inti.


Dengan masuknya Woo Young dan Si Woo, Serim mulai memburu ketertinggalan mereka.
Ja Sung dan Si Woo baikan. Woo Young tersenyum menyaksikan mereka.


Melihat Woo Young, Pak Hong mulai mencicipi sesuatu.
Pak Hong kemudian teringat di saat ia dan istrinya menonton pertarungan Dae Young.


Woo Young menembakkan bola terakhir mereka. Serim pun menang.
Kemenangan mereka disambut sorak sorai pihak Serim.



Woo Young masih membeku di tengah lapangan atas kemenangan Se Rim.
Si Woo berlari dan memeluk Woo Young.
Woo Young eksklusif ingat di saat dahulu Si Woo memeluknya sehabis ia pulang bekerja.
Sekuat tenaga, Woo Young menahan tangisnya.
Si Woo bilang, Woo Young keren hari itu.
Woo Young juga memuji Si Woo.
Si Woo kemudian melepas pelukannya dan pergi.


Woo Young memandang ke ayahnya yang telah bangkit di depan dingklik penonton.
Pak Hong terkejut di saat jadinya menyadari bahwa Woo Young yaitu Dae Young.
Woo Young dengan bahasa isyarat, mengundang Pak Hong ‘ayah’.
Woo Young : Ayah, kamu bilang merasa paling senang di saat kamu melihatku bermain. Aku ingin menunjukkannya lagi. Maafkan saya alasannya yaitu perlu waktu lama.Maafkan aku, ayah.
Tangis Woo Young dan Pak Hong saat itu juga pecah.


Woo Young menghampiri Pak Hong yang menunggunya di depan tangga menuju ruangan basket.
Woo Young eksklusif memeluk ayahnya. Tangisnya pecah lagi.
Mereka berdua saling meminta maaf. Pak Hong memeluk dekat Dae Young nya.

Bersambung….
EPILOG

Da Jung berjalan, menyusuri jembatan sambil bicara dengan Si Woo di telepon.
Da Jung : Ibu tidak menyaksikan permainan terakhirmu. Ibu akan menyaksikannya. Pertandingan hari ini yaitu babak penyisihan terakhir.
Si Woo : Di mana ibu sekarang?
Da Jung : Sudah usang ibu tidak ke stadion. Makara agak tersesat. Ibu akan secepatnya kesana.


Tempat itu, yaitu wilayah di saat Woo Young meninggalkan pertarungan dan menyusul Da Jung.
Da Jung teringat di saat itu. Saat Dae Young tentukan melepas prospek menjadi pemain basket sehabis tahu dirinya hamil. Dae Young bilang, Da Jung yaitu masa depannya.
Tangis Da Jung meluncur keluar.


Da Jung kemudian kembali berjalan, sambil menimbang-nimbang momentum itu. Dia bahkan hingga menabrak orang yang berlangsung di sekitarnya alasannya yaitu larut dalam pikirannya soal Dae Young.
Woo Young kemudian muncul. Da Jung saat itu juga terpana menyaksikan Woo Young.
Woo Young lantas berlangsung ke arah Da Jung.


Kita diperlihatkan flashback, masa-masa pacaran Dae Young dan Da Jung.

Woo Young jadinya tiba di depan Da Jung.
Narasi Dae Young terdengar.
Aku membuatmu lewat banyak hal.